NIAS — Biaya membangun infrastruktur di Kabupaten Nias masih lebih mahal dibandingkan kota acuan nasional, Surabaya. Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) daerah ini berada di angka 102,41 poin pada 2025, yang berarti harga konstruksi di sana 1,024 kali lebih tinggi dari harga di Surabaya.
Angka tersebut turun signifikan sebesar 7,62 poin dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, indeks ini juga telah menyusut 4,35 poin, menandakan biaya pembangunan di wilayah kepulauan ini perlahan mendekati harga pasar nasional.
Empat Daerah di Nias Masuk Daftar Termahal se-Sumut
Fenomena mahalnya konstruksi tidak hanya terjadi di Kabupaten Nias. Berdasarkan publikasi BPS mengenai IKK Provinsi dan Kabupaten/Kota 2025, empat dari lima daerah dengan indeks tertinggi di Sumatera Utara berasal dari Kepulauan Nias.
Kabupaten Nias Barat memuncaki daftar dengan skor 109,37 poin, disusul Kabupaten Nias Selatan (103,23 poin), Kabupaten Nias (102,41 poin), dan Kabupaten Nias Utara (102,28 poin). Satu-satunya wilayah di gugusan pulau ini yang tidak masuk lima besar adalah Kota Gunung Sitoli, yang justru menjadi daerah dengan IKK terendah di Nias dengan skor 100,15 poin.
Batu Bara Paling Murah, Selisih Capai 20 Poin
Sebaliknya, biaya konstruksi termurah di Sumatera Utara berada di pesisir timur. Kabupaten Batu Bara mencatatkan IKK hanya 88,63 poin, menjadikannya daerah dengan harga pembangunan paling rendah di provinsi ini.
Selisih antara daerah termurah dan termahal cukup mencolok, mencapai 20,74 poin. Berikut daftar lengkap lima kabupaten/kota dengan IKK terendah di Sumatera Utara pada 2025:
- Kabupaten Batu Bara: 88,63 poin
- Kabupaten Deli Serdang: 90,09 poin
- Kota Binjai: 90,24 poin
- Kota Pematang Siantar: 90,94 poin
- Kabupaten Serdang Bedagai: 91,69 poin
Mengapa Biaya Bangunan di Nias Masih Tinggi?
Tingginya IKK di Kepulauan Nias umumnya dipengaruhi oleh biaya logistik. Material bangunan seperti semen, besi, dan pasir harus dikirim melalui laut dari kota-kota besar di Sumatera Utara, sehingga ongkos angkut menjadi beban tambahan dalam setiap proyek konstruksi.
Meski begitu, tren penurunan indeks dalam lima tahun terakhir menjadi sinyal positif. Perbaikan konektivitas laut dan peningkatan frekuensi pengiriman barang diduga mulai menekan selisih harga material antara Nias dan daerah lain di Sumatera Utara.
Sebagai informasi, IKK merupakan indeks yang diterbitkan BPS untuk mengukur tingkat kemahalan konstruksi suatu kabupaten/kota dibandingkan kota acuan, yakni Surabaya. Semakin tinggi angkanya, semakin mahal pula biaya membangun sebuah bangunan di daerah tersebut.