DELI SERDANG — Pemerintah Desa Bandar Khalipah mengangkat kreativitas anak usia dini lewat Jambore Anak TK-RA-PAUD yang puncaknya digelar di Lapangan Sepak Bola "Kata Bima", Jalan Puskesmas, Dusun VII, Sabtu (8/8). Kegiatan ini tidak sekadar lomba, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi antarlembaga pendidikan di tingkat desa.
Kepala Desa Bandar Khalipah Suparyo mengatakan, partisipasi 24 yayasan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para pendidik dan orang tua. "Kegiatan berlangsung pada 6-8 Agustus 2026, diikuti 24 yayasan pendidikan tingkat TK-RA-PAUD dari total 30 lembaga yang berada di Desa Bandar Khalipah," kata Suparyo di Deli Serdang, Senin (10/8).
Bukan Sekadar Mencari Juara, tapi Membangun Kepercayaan Diri Anak
Berbeda dari hajatan serupa yang kerap berorientasi pada kemenangan, jambore ini justru menekankan proses tumbuh kembang anak. Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan yang hadir langsung menegaskan hal tersebut di hadapan para guru dan orang tua.
"Kegiatan ini menjadi luar biasa. Para orang tua ingin anaknya mencintai budaya, mempunyai kepercayaan diri dan bisa tampil dalam kegiatan-kegiatan yang positif, bukan sekadar mencari juara," ujar Asri Ludin.
Ia menilai jambore ini menjadi sarana efektif bagi anak untuk mengenal budaya dan belajar bersosialisasi sejak dini. Kegiatan yang digelar antara lain lomba mewarnai dan lomba bendera, yang dirancang melibatkan anak usia dini secara aktif.
Pola Pembiayaan Desa-Sponsor Dinilai Layak Ditiru 21 Kecamatan
Yang menarik dari penyelenggaraan acara ini adalah skema pembiayaannya. Suparyo menjelaskan, anggaran kegiatan bersumber dari dana desa yang dikolaborasikan dengan dukungan sponsor. Pola ini dinilai efektif dan tidak membebani APBD kabupaten.
"Semua kegiatan ini kita anggarkan dari desa juga didukung oleh sponsor. Insya Allah untuk tahun depan kita masih pertahankan kegiatan ini karena ini juga menjadi aspirasi dari orang tua dan Bunda-Bunda PAUD," kata Suparyo.
Bupati Asri Ludin pun menyoroti pola kolaboratif ini. Ia meminta agar penyelenggaraan jambore anak di Bandar Khalipah bisa direplikasi oleh pemerintah kecamatan dan desa lainnya di Kabupaten Deli Serdang.
"Saya ingin acara hari ini mereka jadikan contoh untuk di daerahnya masing-masing. Mudah-mudahan acara hari ini ke depannya bisa diterapkan di 21 kecamatan yang lain," ujarnya.
Menurut Asri Ludin, penyelenggaraan kegiatan masyarakat tidak harus sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah selama terdapat kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak. Camat Percut Sei Tuan Muhammad Kennedy yang turut hadir juga menilai kegiatan ini menjadi ruang positif bagi anak untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mempererat hubungan antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat.
Dibalut Aspirasi Warga: Lapangan "Kata Bima" Bakal Dibenahi APBD 2026
Di sela-sela acara, Suparyo menyampaikan sejumlah kebutuhan desa langsung kepada Bupati Deli Serdang. Salah satu yang paling menonjol adalah usulan pembenahan Lapangan Sepak Bola "Kata Bima" yang selama ini menjadi aset desa dan ruang publik warga.
"Kami masyarakat Bandar Khalipah melaporkan kepada Bapak Bupati bahwa Lapangan Sepak Bola 'Kata Bima' sudah menjadi aset desa dan surat tanda bukti aset juga kita miliki," kata Suparyo.
Permintaan tersebut langsung mendapat respons positif. Asri Ludin menyatakan dukungannya terhadap rencana pembenahan lapangan agar dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang publik masyarakat.
"Untuk lapangan ini agar ditampung di APBD dan kita kerjakan tahun ini supaya lapangan ini menjadi satu kebanggaan atau menjadi satu tempat yang bisa menjadi tempat masyarakat untuk berkumpul," ujar Asri Ludin.
Dengan adanya komitmen pembenahan lapangan tersebut, gelaran jambore tahun ini tidak hanya meninggalkan kesan seremonial, tetapi juga membawa dampak nyata bagi infrastruktur desa dan keberlanjutan program pengembangan anak usia dini di Bandar Khalipah.