Menilik Suasana Kaki Gunung Leuser: 7 Rekomendasi Penginapan di Sekitar Bukit Lawang

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:26:32 WIB
Menilik Suasana Kaki Gunung Leuser: 7 Rekomendasi Penginapan di Sekitar Bukit Lawang

"Pilihan akomodasi yang menerapkan prinsip keberlanjutan juga dapat menjadi pertimbangan," demikian salah satu poin yang sering direkomendasikan bagi wisatawan yang berencana menginap di kawasan Bukit Lawang, Sumatera Utara. Kawasan ini menjadi pintu masuk menuju Taman Nasional Gunung Leuser, habitat alami orangutan Sumatra, dan Sungai Bohorok yang memikat.

Menjelajahi hutan hujan tropis Sumatra dan menikmati suasana alami di kaki Gunung Leuser adalah pengalaman yang menarik bagi penggemar wisata alam. Karena itu, memilih penginapan yang dekat dengan Bukit Lawang menjadi bagian penting dalam merencanakan perjalanan, terutama bagi mereka yang ingin memulai aktivitas trekking sejak pagi.

Pilihan penginapan di sekitar Bukit Lawang cukup bervariasi, mulai dari guesthouse sederhana yang cocok untuk backpacker hingga akomodasi bernuansa alam dengan panorama sungai dan hutan. Dengan karakter ekowisata yang kuat, tempat menginap di kawasan ini umumnya menawarkan kedekatan dengan alam dan suasana yang jauh dari keramaian kota.

Rekomendasi Penginapan Dekat Bukit Lawang

Berikut ini tujuh penginapan yang bisa dipertimbangkan berdasarkan bahan referensi serta informasi akomodasi yang tersedia, dengan rentang harga yang bervariasi.

1. Green Travelodge

Green Travelodge adalah pilihan tepat bagi wisatawan yang mengutamakan biaya menginap terjangkau. Tarif kamarnya disebut mulai sekitar Rp169.000 per malam, dengan konsep yang sederhana namun fungsional.

Suasana santai di penginapan ini cocok untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan hutan. Pilihan ini sangat relevan bagi backpacker yang ingin mengalokasikan anggaran lebih besar untuk transportasi, aktivitas trekking, makanan, atau perjalanan ke destinasi lain di Sumatera Utara.

Sebelum memesan, ada baiknya memeriksa kembali harga karena tarif dapat berubah tergantung tanggal menginap, tipe kamar, jumlah tamu, serta kebijakan masing-masing pengelola.

2. Hotel Orangutan

Hotel Orangutan berlokasi di kawasan Bohorok dan menawarkan fasilitas yang lebih lengkap. Berdasarkan bahan referensi, tarifnya mulai sekitar Rp233.934 per malam.

Informasi terkini menunjukkan bahwa hotel ini memiliki kamar keluarga, kamar mandi pribadi, area taman, restoran, bar, teras, Wi-Fi, serta pilihan kamar dengan pemandangan taman atau pegunungan. Lokasinya juga mendapat penilaian baik dari tamu karena mudah diakses.

Adanya area bersantai menjadikan hotel ini lebih dari sekadar tempat tidur. Setelah perjalanan panjang atau trekking, taman adalah ruang untuk melepas lelah. Lokasi strategis juga penting karena waktu tempuh menuju titik aktivitas menjadi lebih efisien, terutama bagi yang punya jadwal trekking pagi hari.

3. Back to Nature Ecotourism

Back to Nature Ecotourism memberikan pengalaman menginap yang lebih dekat dengan lingkungan hutan. Terletak di sekitar Sungai Bohorok dan kawasan Gunung Leuser, suasananya relatif jauh dari pusat desa yang ramai.

Tarifnya mulai sekitar Rp360.000 per malam, dengan pilihan bungalow kayu yang menghadap taman. Akses menuju penginapan dari pusat Bukit Lawang bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 30 menit mengikuti aliran Sungai Bohorok, dan pengelola menyediakan layanan penjemputan dari desa atau terminal.

Konsep ini membuat Back to Nature Ecotourism cocok bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana hutan tropis. Penginapan ini juga mengedepankan prinsip ekowisata, termasuk mengurangi sampah plastik serta menggunakan energi dan air secara bertanggung jawab.

4. Sumatran Ethical Expeditions

Bagi yang ingin suasana lebih tenang, Sumatran Ethical Expeditions bisa menjadi pilihan. Lokasinya di Sampe Raya, Bohorok, dikelilingi persawahan dan perbukitan dengan lanskap pedesaan yang asri.

Tarif menginapnya mulai sekitar Rp350.000 per malam. Konsepnya lebih fokus pada ketenangan dan kedekatan dengan lingkungan sekitar dibandingkan kemewahan fasilitas.

Suasana pedesaan menjadi nilai tambah setelah seharian beraktivitas di luar ruangan. Pagi hari bisa dihabiskan untuk menikmati udara segar, sedangkan sore hari untuk bersantai dengan pemandangan hijau. Bagi wisatawan dengan anggaran terbatas, akomodasi ini menawarkan alternatif menarik selama kebutuhan dasar seperti tempat tidur, kamar mandi, kebersihan, dan akses ke lokasi aktivitas terpenuhi.

5. Aussie Inn & Restaurant Bukit Lawang

Aussie Inn & Restaurant Bukit Lawang menawarkan keuntungan berupa fasilitas kuliner di dalam area penginapan. Ini menjadi pertimbangan praktis bagi wisatawan yang tidak ingin sering keluar untuk mencari makanan.

Harga kamar mulai sekitar Rp450.000 per malam, dengan beberapa kamar menghadap hutan dan sungai. Kehadiran restoran memberi fleksibilitas setelah trekking—sarapan sebelum masuk jalur hutan dan makanan setelahnya untuk memulihkan energi.

Penginapan ini sesuai bagi wisatawan yang mengutamakan kenyamanan, akses makanan, dan suasana alam dalam satu lokasi.

6. Jungle Inn Bukit Lawang

Jungle Inn Bukit Lawang berada di tepian sungai, tepatnya di Jalan Orangutan, Dusun IV. Karakternya sangat identik dengan lingkungan wisata Bukit Lawang, dan tarif kamarnya mulai sekitar Rp450.000 per malam.

Beberapa tipe kamar memiliki desain bernuansa alami, balkon, ranjang berkanopi, serta konsep kamar mandi terbuka. Daya tarik utamanya bukan hanya interior, tetapi juga suasana sekitar—suara aliran sungai dan hijaunya vegetasi menciptakan atmosfer yang berbeda dari hotel perkotaan.

Akomodasi seperti ini cocok bagi wisatawan yang ingin menjadikan tempat menginap sebagai bagian dari pengalaman perjalanan. Setelah menjelajah hutan, waktu istirahat bisa diisi dengan menikmati pemandangan sungai dari area penginapan.

7. Riverside Guesthouse

Riverside Guesthouse bisa dipertimbangkan oleh backpacker yang lebih mengutamakan suasana sederhana dan lokasi dekat alam. Sesuai namanya, penginapan ini menawarkan pengalaman menginap di sekitar kawasan sungai.

Konsep sederhana bukan berarti kurang menarik. Suasana santai justru menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin berinteraksi dengan lingkungan dan merasakan atmosfer khas desa wisata. Akomodasi di sekitar Sungai Bohorok memang banyak diminati karena sungai adalah elemen penting dalam pengalaman berwisata, dengan pemandangan sungai dan akses mudah ke pusat desa.

Tips Memilih Penginapan di Bukit Lawang

Memilih akomodasi sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga. Lokasi adalah faktor penting, terutama bagi wisatawan yang memiliki agenda jungle trekking. Penginapan dekat pusat desa atau jalur trekking dapat menghemat waktu dan tenaga, sementara akomodasi yang sedikit lebih jauh di tepian sungai menawarkan ketenangan.

Fasilitas dasar juga perlu diperiksa sebelum reservasi. Perhatikan hal-hal seperti kamar mandi pribadi, air panas, kipas atau pendingin ruangan, Wi-Fi, restoran, area parkir, layanan penjemputan, serta laundry. Harga tidak seharusnya menjadi patokan tunggal karena tarif yang tercantum hanyalah gambaran pada waktu tertentu dan dapat berubah tergantung musim liburan, akhir pekan, tipe kamar, jumlah tamu, dan ketersediaan.

Bagi yang berencana trekking, informasi tentang paket perjalanan dan pemandu juga layak diperhatikan. Aktivitas pengamatan satwa di habitat alami sebaiknya dilakukan dengan operator atau pemandu yang memahami prinsip wisata bertanggung jawab, mengingat Bukit Lawang adalah bagian dari ekosistem penting Gunung Leuser.

Menginap Nyaman Sambil Menjaga Alam

Pengalaman berwisata di Bukit Lawang tidak hanya tentang mencari orangutan, tetapi juga menikmati hutan tropis, Sungai Bohorok, suasana pedesaan, dan kehidupan masyarakat sekitar. Karena wilayah ini sensitif secara ekologis, wisatawan diharapkan ikut menjaga lingkungan—membawa kembali sampah, mengurangi plastik sekali pakai, tidak memberi makan satwa liar, dan mengikuti arahan pemandu.

Memilih akomodasi yang menerapkan keberlanjutan juga bisa menjadi pertimbangan. Beberapa penginapan secara terbuka menghubungkan kegiatan menginap dengan upaya konservasi; Ecolodge Bukit Lawang, misalnya, menyatakan bahwa sebagian hasil menginap digunakan untuk mendukung program konservasi orangutan dan perlindungan hutan.

Dengan banyaknya pilihan, perjalanan ke Bukit Lawang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran. Dari guesthouse sederhana hingga penginapan bernuansa hutan, setiap tempat memiliki karakter yang berbeda. Bagi pencinta petualangan, memilih penginapan yang tepat dapat membuat agenda trekking, menikmati Sungai Bohorok, dan menjelajahi alam Sumatra terasa lebih nyaman sekaligus berkesan.

Reporter: Redaksi
Back to top