MEDAN — Bunda Yin mengajak seluruh kader dan majelis agama Buddha di Sumatera Utara untuk merapatkan barisan usai kontestasi Musda usai. Ajakan ini disampaikan langsung di hadapan peserta Musda WALUBI Sumut yang digelar di Grand Aston City Hall Medan.
“Kontestasi telah selesai. Kini saatnya kita bersinergi dan bersama-sama membangun WALUBI Sumatera Utara. Perbedaan pilihan dalam proses pemilihan harus menjadi kekuatan untuk menyatukan kita dalam menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara,” kata Bunda Yin dalam sambutannya.
Dalam pemungutan suara yang dilakukan secara langsung oleh para ketua majelis agama Buddha, Bunda Yin mengantongi dukungan 70 persen. Ia mengalahkan Arman Chandra yang merupakan Ketua WALUBI Medan sekaligus Ketua KADIN Medan, serta Hendri.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan kepercayaan majelis terhadap kepemimpinan Bunda Yin yang sebelumnya aktif di Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia (LKBI) Sumatera Utara.
Bunda Yin membawa visi menjadikan WALUBI Sumatera Utara sebagai wadah kebersamaan umat Buddha dalam menjalankan Dharma Agama dan Dharma Negara. Ia menekankan pentingnya penguatan soliditas organisasi dalam lima tahun ke depan.
“Fokus kami adalah memperkuat kebersamaan dan soliditas organisasi,” ujarnya. Ia juga berkomitmen meningkatkan peran umat Buddha dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Bunda Yin, seluruh elemen di bawah naungan WALUBI Sumatera Utara harus membangun sinergi dan berkontribusi menciptakan kehidupan umat yang harmonis.
Penguatan toleransi dan kerukunan antarumat beragama menjadi salah satu pilar penting dalam kepemimpinan Bunda Yin. Ia menilai WALUBI memiliki peran strategis menjaga keharmonisan di tengah keberagaman Sumatera Utara.
Dengan terpilihnya Bunda Yin, kepengurusan DPD WALUBI Sumut periode 2026–2031 diharapkan semakin solid. Organisasi ini pun dituntut mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah serta menjaga kerukunan umat beragama di Sumatera Utara.