15 Tempat Belanja Oleh-Oleh Murah di Medan: dari Teri Medan hingga Kain Ulos

Penulis: Redaksi  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:49:30 WIB
15 Tempat Belanja Oleh-Oleh Murah di Medan: dari Teri Medan hingga Kain Ulos

MEDAN - "Beragam pilihan pusat oleh oleh murah di Medan tersedia, mulai dari toko khusus makanan, gerai suvenir, hingga pasar tradisional," demikian gambaran umum yang kerap ditemukan saat wisatawan mulai menyusun agenda belanja buah tangan di ibu kota Sumatera Utara ini.

Kota Medan sendiri telah lama dikenal memiliki keragaman kuliner dan produk budaya yang kuat. Pemerintah Kota Medan bahkan mencatat ikan teri Medan dan sirup markisa sebagai produk unggulan UMKM kota, yang sekaligus banyak dicari sebagai buah tangan. Selain makanan, kain ulos, kopi, dan berbagai cendera mata juga dapat menjadi pilihan untuk dibawa pulang.

Setelah menikmati kuliner dan destinasi wisata, mencari pusat oleh oleh murah di Medan menjadi agenda yang tak kalah menarik. Beragam pilihan tempat bisa disesuaikan dengan anggaran, mulai dari gerai modern hingga pasar tradisional yang sarat sejarah.

Rekomendasi Pusat Oleh Oleh Murah di Medan

Pemilihan tempat menjadi faktor penting bagi wisatawan yang ingin berbelanja praktis tanpa menguras kantong. Berikut 15 rekomendasi pusat oleh oleh murah di Medan yang dapat dimasukkan dalam agenda berburu oleh-oleh.

1. I Love Medan

Bagi pencari cendera mata dengan identitas khas kota, I Love Medan bisa menjadi pilihan utama. Tersedia berbagai produk seperti kaus, tas, gantungan kunci, hingga pakaian dengan desain yang mengangkat ikon Medan.

Jenis buah tangan nonmakanan ini cocok karena tidak memiliki persoalan masa kedaluwarsa. Desain yang menampilkan landmark kota juga membuat suvenir terasa lebih personal dan mudah dikenali.

Meski demikian, sebelum membeli dalam jumlah banyak, membandingkan ukuran, bahan, dan harga antarpilihan tetap penting. Produk suvenir biasanya memiliki variasi kualitas yang cukup lebar.

2. Bika Ambon Zulaikha

Hampir selalu dikaitkan dengan Medan, Bika Ambon menjadi salah satu buah tangan favorit. Meskipun namanya memuat kata "Ambon", kue tersebut justru dikenal sebagai kuliner khas Medan.

Teksturnya berongga dan kenyal, dengan aroma khas dari proses fermentasi serta perpaduan santan, telur, gula, dan bahan lainnya. Bika Ambon juga relatif praktis untuk dibawa dalam perjalanan karena dapat bertahan beberapa hari. Berdasarkan informasi yang dipublikasikan mengenai Bika Ambon, daya tahan pada suhu ruang umumnya sekitar tiga hingga empat hari, sedangkan penyimpanan dalam wadah tertutup di lemari pendingin dapat memperpanjang masa simpannya.

Varian original dapat dipilih untuk rasa klasik, sedangkan pandan, keju, atau rasa lainnya cocok bagi pencinta kreasi yang lebih modern.

3. Bolu Gulung Meranti

Nama Bolu Gulung Meranti kerap muncul ketika membicarakan oleh-oleh populer dari Medan. Kue berbentuk gulungan ini memiliki tekstur lembut dengan beragam pilihan isian.

Keju, cokelat, mocha, dan durian termasuk pilihan rasa yang menarik. Karakter bolu yang lembut membuatnya cocok untuk dinikmati bersama keluarga setelah perjalanan selesai. Produk ini juga dikenal luas sebagai buah tangan Medan, bersama Bika Ambon dan sejumlah makanan khas lainnya.

4. AWI Coffee

Dibandingkan kue basah, kopi bisa menjadi buah tangan yang lebih awet. AWI Coffee dapat dipertimbangkan bagi pencinta minuman berbasis biji kopi, terutama yang ingin membawa pulang cita rasa kopi Sumatera Utara.

Kopi Sidikalang menjadi salah satu produk yang menarik karena berasal dari wilayah Dairi. Kopi dan sirup markisa juga termasuk produk yang kerap disebut dalam rekomendasi buah tangan dari kawasan Medan dan Sumatera Utara. Untuk perjalanan jauh, kopi dalam bentuk bubuk dengan kemasan rapat cenderung lebih praktis. Pilihan biji kopi dapat menjadi alternatif bagi penikmat kopi yang memiliki alat penggiling sendiri.

5. Toko Nusantara

Ketika kebutuhan utama adalah mencari berbagai jenis makanan dalam satu tempat, Toko Nusantara layak masuk daftar. Pilihannya mencakup kue, cokelat, teri Medan, bolu, dan sejumlah camilan lainnya.

Konsep toko dengan produk beragam membantu menghemat waktu karena tidak perlu berpindah-pindah lokasi untuk mendapatkan beberapa jenis buah tangan. Kisaran harga yang tersedia juga memungkinkan pembelian disesuaikan dengan anggaran. Teri Medan sendiri termasuk produk unggulan yang secara resmi disebut sebagai oleh-oleh khas dan produk ikonik kuliner Kota Medan.

Alternatif bagi pencari oleh-oleh nonkuliner, Jegez Gallery menyediakan berbagai cendera mata seperti pakaian, gantungan kunci, serta kain tradisional.

Kain ulos memiliki nilai budaya yang lebih kuat dibandingkan suvenir biasa. Corak, warna, dan jenis penggunaannya memiliki karakter tersendiri dalam tradisi Batak. Karena itu, ulos juga cocok sebagai buah tangan yang tidak hanya memiliki fungsi praktis, tetapi menyimpan cerita budaya.

7. Medan Napoleon

Medan Napoleon pernah dikenal sebagai salah satu pilihan oleh-oleh kekinian dari Medan. Produk ini memadukan kue dengan lapisan pastry serta berbagai varian rasa.

Jenis oleh-oleh seperti ini cocok untuk pembeli yang ingin membawa makanan dengan tampilan lebih modern. Namun, karena termasuk produk kue, pengecekan tanggal produksi dan masa simpan perlu menjadi perhatian sebelum membeli.

8. Toko Sirup Markisa Medan

Sirup markisa memiliki keterkaitan kuat dengan Sumatera Utara. Pemerintah Kota Medan memasukkan sirup markisa sebagai salah satu produk unggulan UMKM, dengan karakter rasa asam-manis dan menyegarkan yang berasal dari buah markisa.

Produk dalam botol juga relatif mudah dibagikan kepada keluarga karena satu kemasan dapat dinikmati bersama. Pastikan kemasan tersegel dengan baik dan terlindung selama perjalanan.

9. Pusat Pasar Medan

Bagi pemburu oleh-oleh yang ingin merasakan suasana perdagangan tradisional, Pusat Pasar menjadi pilihan menarik. Kawasan ini tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan lain seperti pakaian, kain, dan produk rumah tangga.

Pusat Pasar memiliki sejarah panjang. Berdasarkan dokumen penelitian yang tersedia melalui Pemerintah Kota Medan, pasar tersebut mulai dibuka pada 1 Maret 1933 dan kemudian mengalami beberapa kali pembangunan kembali setelah kebakaran. Karakter pasar tradisional membuat kemampuan membandingkan harga menjadi penting. Berkeliling beberapa kios sebelum membeli dapat membantu mendapatkan produk dengan harga yang lebih sesuai.

10. Durian House Medan

Durian merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan dalam kreasi kuliner Medan. Durian House dapat menjadi pilihan bagi pencinta rasa durian melalui produk seperti pancake durian, bolu durian, atau dodol durian.

Namun, tidak semua olahan durian memiliki daya tahan yang sama. Produk yang menggunakan bahan segar sebaiknya dibeli mendekati waktu keberangkatan dan disimpan sesuai petunjuk produsen.

11. Galeri Ulos Sianipar

Galeri Ulos Sianipar dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan kain ulos serta produk kerajinan yang berkaitan dengan budaya Batak.

Ulos memiliki daya tarik tersendiri karena bukan sekadar kain bercorak tradisional. Bagi pembeli yang ingin memberikan buah tangan bernuansa budaya, produk tekstil seperti ulos memiliki nilai lebih dibandingkan suvenir massal. Pemilihan motif dan ukuran sebaiknya disesuaikan dengan fungsi. Untuk cendera mata, kain berukuran lebih kecil dapat menjadi pilihan yang praktis.

12. Toko Teri Bajak

Teri Medan menjadi salah satu makanan yang menarik untuk dibawa pulang karena dapat diolah menjadi berbagai masakan. Produk ikan olahan dan ikan teri juga termasuk kategori perdagangan pangan yang berkembang di Kota Medan.

Saat membeli teri, perhatikan warna, aroma, kondisi kemasan, serta informasi produksi. Kemasan kedap udara juga lebih praktis untuk perjalanan karena dapat membantu mengurangi aroma yang menyebar ke barang lain.

13. Lemang Panas Jaya

Lemang merupakan makanan berbahan ketan dan santan yang memiliki karakter rasa gurih. Hidangan ini dapat dinikmati dengan berbagai pendamping, termasuk makanan bercita rasa manis.

Karena termasuk makanan yang relatif basah dibandingkan camilan kering, waktu pembelian sebaiknya diperhitungkan dengan jadwal perjalanan. Lemang paling tepat dibeli ketika masih dekat dengan waktu konsumsi.

14. Pasar Ikan Lama

Alternatif bagi pemburu kain, pakaian, dan berbagai produk tekstil, Pasar Ikan Lama tercatat dalam dokumen tata ruang Kota Medan sebagai kawasan perdagangan di Jalan Perniagaan.

Berbelanja di kawasan pasar membutuhkan ketelitian. Perbandingan harga dan kualitas menjadi langkah penting, terutama jika membeli lebih dari satu barang. Kemampuan menilai bahan juga membantu mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan.

15. Kualanamu International Airport

Bagi yang belum sempat membeli buah tangan selama berada di pusat kota, Bandara Kualanamu dapat menjadi pilihan terakhir. Berbagai produk khas seperti kue, bika ambon, dodol, dan makanan kemasan dapat menjadi alternatif sebelum keberangkatan.

Keuntungan membeli di bandara adalah faktor praktis. Barang dapat dibeli menjelang perjalanan sehingga tidak perlu membawa oleh-oleh sepanjang agenda wisata. Namun, pilihan produk dan harga sebaiknya diperiksa terlebih dahulu karena dapat berbeda dibandingkan toko di pusat kota. Kantor Bea Cukai Kualanamu juga menyediakan informasi resmi terkait pelayanan kepabeanan dan aturan barang bawaan penumpang.

Tips Berburu Oleh-Oleh agar Tetap Hemat

Berburu oleh-oleh murah tidak selalu berarti memilih produk dengan harga paling rendah. Kualitas, ukuran, masa simpan, serta biaya membawa barang juga perlu diperhitungkan.

Pertama, buat daftar penerima dan jumlah barang sebelum berbelanja. Cara ini membantu mencegah pembelian berlebihan. Kedua, prioritaskan produk yang mudah dibawa apabila perjalanan masih panjang. Kopi, sirup, teri kering, keripik, dan camilan kemasan umumnya lebih praktis dibandingkan makanan yang membutuhkan penyimpanan khusus.

Ketiga, lakukan perbandingan harga untuk produk yang sama. Pasar tradisional dapat menawarkan banyak pilihan, sedangkan toko khusus biasanya memberikan kemasan yang lebih rapi dan siap dijadikan hadiah.

Keempat, periksa tanggal produksi serta masa kedaluwarsa, terutama untuk makanan basah. Bika Ambon, misalnya, memiliki masa simpan yang lebih pendek daripada kopi atau produk ikan kering sehingga waktu pembelian perlu diperhitungkan. Terakhir, sisakan ruang di dalam tas. Oleh-oleh yang dibeli secara spontan sering kali membuat bagasi penuh. Jika menggunakan pesawat, berat bagasi juga perlu diperhitungkan sejak awal.

Penutup

Medan menawarkan pilihan buah tangan yang luas, dari makanan khas hingga kain tradisional, sehingga aktivitas berburu oleh-oleh dapat disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan.

Dengan memilih lokasi secara cermat, membandingkan harga, serta memperhatikan daya tahan produk, belanja dapat berlangsung lebih hemat dan praktis. Untuk pengalaman belanja yang lengkap, pusat oleh oleh murah di Medan layak masuk dalam agenda perjalanan.

Reporter: Redaksi
Back to top