MEDAN - Kalau bicara soal kota yang hidup di malam hari lewat perutnya, Medan jelas salah satu jawara. Begitu langit gelap, aroma masakan dari berbagai etnis mulai menguar dari gang-gang kecil sampai kawasan pusat kota.
Perpaduan budaya Melayu, Batak, dan Tionghoa yang mengakar kuat di Medan membuat pilihan kuliner malamnya jauh lebih beragam dibanding kota-kota lain di Sumatera. Satu malam saja bisa cukup untuk mencicipi tiga budaya kuliner sekaligus.
Berikut rangkuman titik kuliner dan wisata malam di Medan yang paling banyak diburu warga maupun wisatawan.
Kalau mau merasakan sisi kuliner Tionghoa Medan yang otentik, Asia Mega Mas adalah jawabannya. Kawasan ini berubah jadi pasar malam kuliner begitu matahari terbenam, dipadati gerai-gerai yang menjual hidangan khas peranakan sampai jajanan populer.
Suasananya ramai dan cukup padat, cocok buat yang suka wisata kuliner ala jalan kaki: mampir dari satu gerai ke gerai lain, mencicipi sedikit-sedikit tiap menu.
Jam buka tiap gerai bisa berbeda-beda, jadi ada baiknya cek dulu kondisi terkini sebelum berangkat, apalagi kalau targetnya menu tertentu.
Buat yang lebih suka suasana kasual dan modern, Metrolink Street Market di kawasan Multatuli bisa jadi pilihan. Area terbuka ini menghadirkan konsep street food dengan tempat duduk lega dan pilihan menu yang variatif.
Bukan cuma soal makan, kawasan ini juga sering diisi musik hidup, membuat suasana nongkrong makin hidup sampai larut.
Medan juga terkenal sebagai kota durian. Malam hari justru jadi waktu favorit banyak orang untuk berburu buah musiman ini, karena sejumlah lapak durian di Medan buka sampai larut malam.
Soal rasa dan harga durian bisa berubah tergantung musim, jadi jangan kaget kalau harga naik-turun. Yang penting, cek dulu kondisi lapak langganan sebelum meluncur.
Selain makanan berat, budaya ngopi juga jadi bagian tak terpisahkan dari malam di Medan. Kedai-kedai kopi tersebar di berbagai sudut kota, jadi tempat favorit buat sekadar duduk santai, ngobrol, atau kerja sambil menikmati suasana kota.
Pilihan menu kopi lokal sampai kekinian tersedia, tergantung selera dan budget masing-masing.
Kawasan Kesawan di Jalan Jenderal Ahmad Yani menawarkan pengalaman beda: menikmati kuliner malam sambil dikelilingi bangunan bersejarah Kota Lama Medan.
Dinas Pariwisata Kota Medan cukup rutin menggelar Car Free Night di kawasan ini, lengkap dengan bazar UMKM dan panggung musik. Pada momen seperti ini, pilihan kuliner jadi lebih beragam karena banyak pedagang UMKM ikut meramaikan.
Buat yang mau kuliner dengan harga lebih bersahabat, kawasan sekitar Taman Teladan dan Stadion Teladan punya banyak pedagang kaki lima. Suasananya lebih sederhana, dekat dengan kehidupan sehari-hari warga lokal.
Menu yang ditawarkan biasanya makanan ringan sampai berat dengan harga terjangkau, pas buat kuliner santai tanpa bikin kantong bolong.
Setelah revitalisasi, Lapangan Merdeka juga punya area kuliner sendiri. Sambil menikmati suasana ruang publik yang lebih tertata, pengunjung bisa mampir ke gerai-gerai makanan di sekitarnya.
Dari hidangan Tionghoa di Asia Mega Mas, suasana kasual di Metrolink Street Market, sampai durian yang bisa diburu sampai larut, wisata kuliner malam di Medan menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di kota lain.
Kombinasikan dengan mampir ke Kesawan atau Lapangan Merdeka buat menutup malam dengan suasana ruang publik yang santai.