Rupiah Ditutup Menguat 0,49% ke Rp17.810 per Dolar AS, Terangkat Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Penulis: Ramli Ahmad  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 11:00:31 WIB
Rupiah ditutup menguat 0,49 persen ke level Rp17.810 per dolar AS pada perdagangan Senin.

SUMATERA UTARA — Penguatan rupiah terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS secara global. Para pelaku pasar mulai kembali mempertimbangkan probabilitas pemangkasan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada semester kedua tahun ini, seiring dengan data inflasi AS yang menunjukkan tanda-tanda pendinginan.

< h3>Faktor Eksternal Dominan, Minim Sentimen Domestik

Pergerakan rupiah pada sesi pertama pekan ini lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika eksternal. Tekanan terhadap dolar AS muncul setelah data ketenagakerjaan AS terbaru dirilis di bawah ekspektasi pasar, memicu spekulasi bahwa The Fed akan lebih dovish dalam beberapa bulan ke depan.

Dari dalam negeri, pelaku pasar cenderung wait and see menjelang rilis data neraca perdagangan yang dijadwalkan keluar pekan ini. Data ekspor-impor periode terakhir akan menjadi sinyal penting bagi ketahanan eksternal ekonomi Indonesia di tengah gejolak nilai tukar.

Berikut pergerakan kurs di pasar spot: - Penutupan Jumat pekan lalu: Rp17.897 per dolar AS - Penutupan Senin: Rp17.810 per dolar AS - Penguatan: 87 poin atau 0,49%

< h3>Level Psikologis Rp17.800 Jadi Ujian Berikutnya

Penguatan hari ini membawa rupiah keluar dari zona tertekan di atas Rp17.850. Level Rp17.800 kini menjadi resistance terdekat yang harus ditembus untuk memperpanjang reli. Jika berhasil ditembus, bukan tidak mungkin rupiah akan menguji area Rp17.750 yang merupakan level tertinggi dalam dua pekan terakhir.

Sebaliknya, apabila sentimen risiko global kembali memburuk dan dolar AS menguat lagi, support terdekat berada di kisaran Rp17.850 hingga Rp17.900. Para pelaku pasar disarankan mencermati perkembangan data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini, karena dapat memicu volatilitas tajam pada pasangan mata uang utama.

< h3>Koreksi Dolar AS Jadi Katalis Utama

Pelemahan dolar AS di pasar global menjadi katalis utama penguatan rupiah hari ini. Indeks dolar yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia tercatat tertekan, memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang termasuk rupiah untuk menguat.

Kondisi ini juga sejalan dengan pergerakan mata uang kawasan Asia lainnya yang kompak menguat terhadap dolar AS. Namun, penguatan rupiah masih tertahan oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan tarif impor AS yang dapat memicu perlambatan perdagangan global.

Investasi mengandung risiko.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top