Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir meminta aparat penegak hukum menindak oknum wartawan yang terlibat tindak pidana seperti pemerasan, penipuan, dan pengancaman. Permintaan itu disampaikan saat pelantikan pengurus PWI Provinsi Bengkulu, di tengah penanganan kasus oknum wartawan yang terkena operasi tangkap tangan di Bengkulu Tengah dengan barang bukti uang Rp1,5 juta.
BENGKULU — Akhmad Munir menegaskan bahwa perbuatan oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan untuk melanggar hukum bisa mencoreng nama baik seluruh insan pers. Ia meminta PWI Provinsi Bengkulu bersinergi dengan aparat penegak hukum menertibkan praktik semacam itu.
"Saya meminta PWI Provinsi Bengkulu bersama APH menertibkan oknum wartawan yang melakukan perbuatan melanggar hukum, seperti terlibat pemerasan, penipuan, dan pengancaman," kata Akhmad Munir saat melantik pengurus PWI Provinsi Bengkulu di Bengkulu, Minggu malam.
Kasus OTT di Bengkulu Tengah Jadi Latar Desakan
Pernyataan Ketua Umum PWI Pusat itu muncul di tengah penanganan perkara yang melibatkan oknum wartawan di Bengkulu. Pada September 2026, seorang oknum wartawan dilaporkan terkena operasi tangkap tangan di Kabupaten Bengkulu Tengah.
Barang bukti dalam kasus tersebut berupa uang Rp1,5 juta. Kasus itu memunculkan desakan sejumlah pihak agar aparat penegak hukum mengusut perkara secara menyeluruh.
Desakan itu termasuk memeriksa pihak yang memberikan uang, guna memperjelas duduk perkara.
Wartawan Dituntut Kuasai Kanal Digital dan AI
Akhmad Munir menyoroti perubahan ekosistem media yang bergerak cepat. Menurut dia, wartawan masa kini harus mampu menulis, mengirim, dan mendistribusikan karya jurnalistik lewat kanal digital di media masing-masing.
Perkembangan kecerdasan buatan juga dinilainya menjadi tantangan tersendiri bagi insan pers. Wartawan perlu terus meningkatkan kompetensi agar bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi.
"Wartawan masa kini dituntut mampu menulis, mengirim, dan mendistribusikan karya jurnalistik melalui kanal-kanal digital yang ada di media masing-masing," katanya.
Selain kemampuan memanfaatkan teknologi, ia meminta wartawan tetap menjalankan fungsi jurnalistik dengan menyajikan informasi yang benar, akurat, dan terverifikasi. Hal itu penting untuk menangkal maraknya informasi bohong atau hoaks yang membingungkan masyarakat.
Pemprov Bengkulu Siapkan Pelatihan Jurnalistik
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan pemerintah provinsi mendukung keberadaan pers karena punya peran strategis dalam pembangunan daerah. Menurut dia, tantangan dunia jurnalistik saat ini bukan hanya AI, melainkan juga media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.
"Saat ini tantangan dunia jurnalistik bukan hanya AI, melainkan juga media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok," kata Helmi.
Helmi mengaku telah menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bengkulu untuk menggelar pelatihan jurnalistik. Pelatihan itu ditujukan meningkatkan kualitas wartawan di daerah tersebut.
Ketua PWI Provinsi Bengkulu Marsal Abadi berharap dukungan Pemprov Bengkulu terus berlanjut. Dukungan itu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan AI.