MEDAN — Pimpinan FAI Sumut/Gerakan Masyarakat Penolong Pertama (GMPP), M. Hendra Ramli, menekankan pentingnya membangun budaya saling menjaga di tengah masyarakat. Pedoman yang disusun bersama BPBD, Dinkes, dan FPRB Sumut itu membagi tahapan evakuasi berdasarkan ketinggian genangan air.
"Kesiapan kita di jam-jam pertama adalah kunci keselamatan utama. Saling jaga, saling bantu," kata Hendra.
Air Setinggi Mata Kaki: Siapkan Tas Siaga dan Tentukan Titik Kumpul
Ketika air mulai setinggi mata kaki, warga diminta segera mempersiapkan pakaian, makanan siap saji, kebutuhan bayi, lansia, dan orang sakit. Perlengkapan untuk mengungsi juga perlu disiapkan sejak dini.
Dokumen penting dan barang berharga harus diamankan pada tahap ini. Setiap keluarga dianjurkan menentukan titik kumpul yang aman di lokasi lebih tinggi, sehingga seluruh anggota keluarga tahu ke mana harus pergi bila kondisi memburuk.
Air Setinggi Lutut: Kelompok Rentan Jadi Prioritas Evakuasi
Saat genangan mencapai lutut, kelompok rentan harus diprioritaskan untuk dievakuasi. Mereka mencakup ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak-anak, lansia, orang sakit, dan penyandang disabilitas.
FAI Sumut menegaskan evakuasi tidak boleh ditunda sampai air naik lebih tinggi. Kelompok rentan punya risiko paling besar bila terjebak dalam genangan yang terus meninggi.
Air Setinggi Pinggang: Seluruh Penghuni Rumah Wajib Mengungsi
Jika air mencapai pinggang, seluruh penghuni rumah dianjurkan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Sebelum meninggalkan rumah, warga diminta mematikan aliran listrik dan memastikan rumah dalam kondisi terkunci.
Warga juga diminta tidak menyepelekan ancaman arus banjir. Menerobos arus deras dilarang karena benda-benda improvisasi dapat terbalik atau terseret arus.
Jangan Hanya Menunggu Bantuan, Inisiasi Dapur Umum Sendiri
Untuk kebutuhan pengungsian, masyarakat didorong tidak semata-mata menunggu bantuan datang. Warga dapat menginisiasi dapur umum dengan mengumpulkan stok pangan yang tersedia serta membawa peralatan memasak yang aman ke lokasi pengungsian.
Pendataan pengungsi dan kebutuhan mendesak perlu dilakukan sejak awal. Informasi itu dapat disebarkan melalui media sosial dengan menyertakan foto, video, dan titik koordinat lokasi agar relawan lebih mudah menemukan posko.
Alat Improvisasi Boleh Dipakai, tapi Tetap Utamakan Keselamatan
Sejumlah benda di sekitar dapat dimanfaatkan untuk membantu evakuasi, namun penggunaannya harus mempertimbangkan faktor keselamatan. Ember atau wadah kokoh, misalnya, bisa membantu membawa bayi dengan pengawasan tepat.
Ban dalam kendaraan bukan alat penyelamat yang andal saat menghadapi arus deras. Untuk lansia, orang sakit, dan penyandang disabilitas, penggunaan papan atau rakit improvisasi harus dilakukan dengan pengawalan petugas.
Rakit dari tong plastik atau papan untuk evakuasi skala besar hanya boleh dibuat dan digunakan oleh pihak yang memiliki kemampuan setelah kondisi dinilai aman.
Panduan Pertolongan Pertama: TIT untuk Luka Terbuka, R.I.C.E untuk Keseleo
Selain mitigasi banjir, FAI memberikan panduan pertolongan pertama untuk kondisi darurat sehari-hari. Untuk luka terbuka, prinsip yang diperkenalkan adalah TIT, yakni tekan langsung pada luka, istirahatkan bagian yang terluka, dan tinggikan posisi luka dari jantung.
Luka kotor dapat dibersihkan menggunakan air bersih, lalu dikeringkan dan ditutup dengan kasa bersih sebelum mendapat penanganan di fasilitas kesehatan. Pada kasus patah tulang, masyarakat diminta melakukan penilaian awal, mengistirahatkan korban, melakukan pembidaian, menghentikan perdarahan, dan membawa korban ke fasilitas kesehatan.
Untuk cedera keseleo, pertolongan awal dapat menggunakan prinsip R.I.C.E, yakni Rest atau istirahat, Ice atau kompres dingin, Compression atau pembebatan, dan Elevation atau meninggikan bagian yang cedera.
"Jangan menunggu bantuan datang untuk mulai bertindak. Yang paling penting adalah tetap tenang, mengenali risiko dan mengutamakan keselamatan," demikian semangat yang dibangun dalam pedoman tersebut.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi FAI Sumut/GMPP melalui WhatsApp 08126346678 atau media sosial Instagram @fai_sumut dan TikTok @faisumut2.