Pencarian

Rupiah Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS, Konflik Selat Hormuz dan Data PCE AS Jadi Pemicu

Selasa, 29 September 2026 • 09:31:01 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS, Konflik Selat Hormuz dan Data PCE AS Jadi Pemicu
Pelemahan rupiah tercermin pada kurs JISDOR Bank Indonesia yang berada di level Rp17.965 per dolar AS.

MEDAN — Pelemahan rupiah terhadap dolar AS turut tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang berada di level Rp17.965. Angka itu turun dari posisi sebelumnya Rp17.917 per dolar AS. Pergerakan ini menandai tekanan lanjutan terhadap mata uang domestik di tengah sentimen global yang belum mereda.

Mengapa Selat Hormuz Menekan Rupiah

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, menyebut ketegangan di Selat Hormuz sebagai salah satu sentimen utama yang membebani rupiah. Delapan anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS) terluka setelah sebuah rudal jelajah antikapal Iran menghantam kapal yang mereka operasikan di perairan tersebut.

"Situasi Selat Hormuz memanas, setelah delapan anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS) terluka setelah sebuah rudal jelajah antikapal Iran menghantam kapal yang mereka operasikan di Selat Hormuz," ujar Ibrahim, dikutip dari Antara.

Iran disebut masih mempertahankan sejumlah persyaratan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sejumlah syarat yang disebutkan antara lain Washington mencabut blokade angkatan laut, mengurangi tekanan militer, menghapus sanksi terhadap penjualan minyak Iran, serta menyetujui gencatan senjata.

Pemerintah Iran menyatakan tetap bertahan pada persyaratan tersebut meskipun proposal itu telah ditolak Presiden AS Donald Trump.

Pasar Menanti Data Inflasi PCE Rabu Ini

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar keuangan menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis sepanjang pekan ini. Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dijadwalkan rilis pada Rabu (30/9/2026).

Rangkaian data tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve atau The Fed.

"Rilis data-data tersebut dapat memainkan peran penting dalam membentuk ekspektasi pasar menjelang pertemuan The Fed bulan depan," ujar Ibrahim.

Dampak ke Warga dan Pelaku Usaha di Sumatera Utara

Pelemahan rupiah ke level Rp17.978 per dolar AS berpotensi menaikkan harga barang impor yang masuk melalui pelabuhan di Sumatera Utara. Pelaku usaha yang bergantung pada bahan baku impor, termasuk pedagang di pasar tradisional dan UMKM, akan merasakan langsung efeknya.

Bagi eksportir, pelemahan ini justru membuka peluang karena produk mereka menjadi lebih kompetitif di pasar global. Namun, tekanan biaya impor tetap menjadi perhatian utama pelaku usaha yang mengandalkan komponen dari luar negeri.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil rilis data PCE Amerika Serikat dan perkembangan situasi di Selat Hormuz.

Follow www.monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: digtara.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks