SUMATERA UTARA — Meta resmi mengumumkan VR Glasses di Meta Connect 2026 dengan harga USD 1.299, tapi peluncurannya baru musim semi 2027. Sementara itu, Xreal Aura hasil kolaborasi dengan Google dikabarkan meluncur lebih dulu, sebelum akhir 2026, meski harganya belum dikonfirmasi. Keduanya sama-sama memakai chipset Snapdragon Reality Elite dan komputasi puck terpisah, tapi ada sejumlah perbedaan penting yang perlu dicermati sebelum Anda menyiapkan dana.
Pengumuman Meta VR Glasses di ajang Meta Connect 2026 datang di waktu yang menarik. Mark Zuckerberg memang menghabiskan sebagian besar sesi untuk mempromosikan Muse AI dan maskot Jolly, tapi produk yang paling layak dibahas justru kacamata VR anyar tersebut. Pasalnya, Google dan Xreal lewat Project Aura sudah lebih dulu menancapkan bendera di segmen yang sama, dan perangkat mereka diprediksi hadir lebih awal.
Keduanya bukan sekadar kacamata pintar biasa. Baik Meta VR Glasses maupun Xreal Aura adalah platform spatial computing yang menempelkan layar virtual ke depan mata, dengan daya dan otak komputasi dipindahkan ke puck yang disambungkan lewat kabel.
Spesifikasi Meta VR Glasses vs Xreal Aura
- Harga: Meta VR Glasses USD 1.299; Xreal Aura diprediksi di atas USD 1.000 (belum resmi)
- Sistem operasi: Meta OS vs Android XR
- Bobot kacamata: 100 gram vs di atas 95 gram
- Faktor bentuk: kacamata VR + puck komputasi vs kacamata AR + puck komputasi
- Chipset: Snapdragon Reality Elite (keduanya)
- Layar: MicroOLED vs Micro-OLED berbasis prisma
- Field of view: 70 derajat (keduanya)
- Tracking: tangan, mata (4 sensor), wajah vs 6DoF spasial dan tangan via 2 kamera menghadap dunia
Di Mana Meta VR Glasses Unggul
Layar Meta disebut lebih tajam tanpa blur di tepi, sesuatu yang menurut pengujian awal justru jadi kelemahan Xreal Aura. Meta juga mengeklaim kacamatanya sudah tersertifikasi Dolby Vision, Dolby Color, dan IMAX, dan efeknya terasa saat menonton film atau konten 3D.
Keunggulan lain ada di sistem tracking. Meta sudah lama berkecimpung di VR, dan pengalaman itu kelihatan. Sensor di lensa memungkinkan pengguna memilih ikon hanya dengan melihatnya. Sensor eksternal bahkan bisa mendeteksi tangan yang sedang beristirahat di pangkuan, sementara Xreal Aura masih menuntut gerakan menjangkau ke ruang kosong untuk mencubit bola virtual.
Soal desain, Meta VR Glasses tampil lebih unik dibanding Xreal Aura yang bentuknya mirip Xreal One Pro, Viture Beast, atau RayNeo Air Pro 4. Meski begitu, kacamata Meta tetap sulit lolos "uji pub" — dipakai ke bar tanpa dikomentari orang.
Di Mana Xreal Aura Menang
Kemitraan Xreal dengan Google memberi keunggulan software yang sulit ditandingi Meta. Aura berjalan di Android XR, artinya pengembang Android bisa membangun lebih banyak aplikasi dan pengalaman untuk perangkat ini. Meta memang punya banyak pengembang VR, tapi mayoritas terbatas untuk game.
Gemini juga dinilai lebih matang dibanding Muse AI milik Meta. Gemini Live terasa seperti asisten real-time di dunia nyata, bukan sekadar pemandu berbasis kamera seperti pada Ray-Ban Meta.
Xreal juga sudah bertahun-tahun membuat kacamata AR-nya kompatibel dengan perangkat lain seperti Steam Deck, dan menurut pengujian di AWE 2026, bahkan Nintendo Switch 2. Tidak ada kacamata lain yang bisa melakukan hal serupa saat ini.
Catatan untuk Keduanya
Harga jadi ganjalan utama. Meta VR Glasses dibanderol USD 1.299, dua kali lipat Meta Quest 3 dan tiga kali Quest 3S, setara versi 1TB Steam Frame. Harga itu belum termasuk controller untuk bermain game VR, meski Meta menjanjikan lebih dari 75 game "hand-enhanced" saat peluncuran musim semi nanti.
Field of view 70 derajat memang yang terbesar di kelas kacamata AR saat ini, tapi bagi penggemar VR yang menginginkan imersi penuh, angka itu justru dianggap kurang. Keluhan serupa juga muncul di dunia maya soal bobot dan kabel yang tersambung ke puck.
Untuk Xreal Aura, harga diperkirakan mendekati atau melampaui USD 1.000. Di rentang harga itu, kontrol gestur Aura masih kadang lag atau gagal membaca gerakan mencubit, berdasarkan sesi hands-on yang sudah dilakukan. Tracking mata dan tangan Meta jauh lebih mulus, walau penyorotan UI-nya masih perlu pembenahan.
Kesimpulan: Tergantung Ekosistem yang Anda Butuhkan
Keduanya belum dirilis, jadi masih banyak yang belum diketahui soal performa final dan perubahan software pasca-hands-on. Pengembang di Meta Connect disebut secara khusus meminta masukan, dan sejumlah masalah software diperkirakan akan diperbaiki sebelum peluncuran tahun depan.
Jika Anda menginginkan tracking presisi, layar tajam, dan pengalaman VR yang lebih matang, Meta VR Glasses layak ditunggu. Tapi kalau Anda butuh fleksibilitas konektivitas ke perangkat lain dan ekosistem Android yang lebih terbuka, Xreal Aura punya daya tarik sendiri. Yang jelas, keduanya sama-sama menawarkan gambaran masa depan spatial computing yang menarik — dengan catatan dompet Anda siap dan Anda benar-benar punya ruang pemakaian untuk perangkat seperti ini.