Pencarian

Disney+ Dikritik soal Liputan Liga Champions Wanita, Ada Anjing hingga Kuis Pasta

Kamis, 24 September 2026 • 22:03:01 WIB
Disney+ Dikritik soal Liputan Liga Champions Wanita, Ada Anjing hingga Kuis Pasta
Disney+ menampilkan program pembuka Liga Champions Wanita bertajuk The Hangout yang menuai kritik dari pengamat sepak bola wanita.

SUMATERA UTARA — Disney+ mendapat kritik tajam dari pengamat sepak bola wanita setelah program pembuka Liga Champions Wanita menampilkan anjing golden retriever dan kuis pasta Italia, bukan analisis taktik. Kritik mencuat karena liputan Liga Champions pria diyakini tidak akan pernah diperlakukan dengan cara yang sama.

Program bertajuk The Hangout itu dipandu Alex Scott bersama mantan pemain timnas Inggris Lianne Sanderson, serta kreator konten Tyra Mills dan Alex Bailess. Sebagai pelengkap, hadir seekor golden retriever bernama Barley Boy yang disebut-sebut punya 82.000 pengikut Instagram lebih banyak dari sebagian jurnalis sepak bola mapan.

Acara tersebut menyertakan kuis tentang Italia, termasuk menebak nama sepak bola dalam bahasa Italia dan jenis pasta yang sedang dimasak reporter di Milan. Satu tangkapan layar memperlihatkan panel sedang menatap tumpukan farfalle di layar besar yang biasanya dipakai untuk menampilkan susunan pemain atau momen kunci pertandingan.

Kritik Pedas dari Pengamat Sepak Bola Wanita

Reaksi keras datang dari mereka yang lama mengikuti sepak bola wanita. Kathryn Batte menulis kritik untuk The Telegraph, sementara penyiar Flo Lloyd-Hughes melontarkan sindiran di platform X.

"Liputan UWCL baru Disney ini yang paling mendekati sepak bola CBBC (dalam arti negatif). Saya tidak akan kaget kalau ada yang diguyur lendir karena salah prediksi, atau Raven muncul sebagai bintang tamu. Saya terus mengingatkan diri sendiri bahwa ini bukan mimpi," tulis Lloyd-Hughes.

Penyiar Marva Kreel menyoroti persoalan struktural di balik kritik tersebut. Menurut dia, sepak bola pria bisa menyajikan analisis dan hiburan sekaligus di program yang berbeda, sementara sepak bola wanita hanya punya satu acara sehingga dipaksa memuat semuanya.

"Saya rasa banyak masalah dalam debat penyiaran sepak bola wanita soal analisis dan pundit versus kreasi konten dan keseruan gimmick adalah bahwa di sepak bola pria Anda bisa mendapat keduanya, di acara berbeda. Di sepak bola wanita Anda hanya dapat satu acara, jadi mereka mencoba melakukan semuanya," tulis Kreel.

Logika di Balik Konsep yang Kontroversial

Max Rushden, yang mengaku punya pengalaman panjang membuat program televisi buruk, memahami jalan pikiran di balik konsep tersebut. Menurut dia, pihak produser kemungkinan diminta mendatangkan penonton lebih muda, sebuah instruksi yang ia sendiri pernah terima.

Rushden menilai Disney mungkin bersikap sinis: yang penting orang membicarakan acara itu. Penonton fanatik akan tetap menonton, dan jika liputan dibuat lebih tradisional, tidak akan ada yang memperbincangkannya.

Ia juga menyoroti tekanan finansial yang dihadapi penyiar besar. Selama 20 tahun terakhir, mereka berjuang memanfaatkan media sosial karena siaran langsung di Facebook lewat iPhone di ruang belakang bisa mendapat penonton sebanyak acara utama dengan biaya studio, pencahayaan, suara, dan produser yang jauh lebih besar.

Posisi Alex Scott dan Para Kreator Konten

Rushden menyatakan simpati kepada Scott yang menurutnya selalu berada di tengah semacam perang budaya. Ia menilai Bailess dan Mills tampil ramah dan menyenangkan sesuai arahan acara, dan tidak ada yang bisa disalahkan karena menerima pekerjaan.

Meski demikian, ia mengakui ketidaknyamanannya dengan istilah "content creator" dan kekhawatiran bahwa suatu hari para kreator akan mengambil alih pekerjaannya. Pertanyaan soal berapa banyak pengikut yang benar-benar berujung pada langganan berbayar, menurut dia, masih belum terjawab.

Follow www.monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: theguardian.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks