Pemprov Sumatera Utara meminta 15 organisasi perangkat daerah dan enam BUMD menggenjot pendapatan asli daerah pada semester II 2026. Permintaan itu disampaikan Wagub Surya usai memimpin rapat akselerasi di Kantor Gubernur Sumut, Medan. Hingga 22 September 2026, PAD baru terealisasi Rp4,1 triliun atau 59,15 persen dari target Rp6,9 triliun.
MEDAN — Rapat akselerasi percepatan target realisasi PAD semester II 2026 digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara. Wagub Sumut Surya menekankan seluruh perangkat daerah harus bergerak dalam satu langkah yang sama. "Dalam optimalisasi pendapatan daerah, kita harus satu bahasa dan satu langkah untuk meningkatkan PAD, terutama 15 OPD dan BUMD," tegas Surya.
Tim Optimalisasi Retribusi Dibentuk Lewat Keputusan Gubernur
Pemprov Sumut membentuk tim optimalisasi penerimaan retribusi daerah untuk mempercepat pencapaian target. Berdasarkan keputusan gubernur, Wagub Sumut menempati posisi ketua tim. Sekretaris daerah provinsi menjabat sekretaris, sementara kepala Badan Pendapatan Daerah menjadi koordinator tim.
Tim teknis melibatkan sejumlah instansi: Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan; Badan Keuangan dan Aset Daerah; Inspektorat; serta Biro Hukum. Surya meminta seluruh anggota tim teknis hadir di setiap evaluasi. "Sekretaris daerah dan instansi terkait pastikan seluruh anggota tim teknis hadir setiap evaluasi, sehingga berbagai kendala pencapaian target penerimaan dapat segera ditindaklanjuti," jelasnya.
PAD Terealisasi Rp4,1 Triliun, Transfer Pusat Rp4,8 Triliun
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor memaparkan capaian anggaran per 22 September 2026. Total pendapatan daerah menyentuh Rp8,9 triliun atau sekitar 69,8 persen dari target Rp12,8 triliun. Angka itu naik dibanding periode sama 2025 yang baru 59,06 persen.
Dari total tersebut, PAD terealisasi Rp4,1 triliun atau sekitar 59,15 persen dari target Rp6,9 triliun. Pendapatan dana transfer mencapai Rp4,8 triliun atau sekitar 82,66 persen dari target Rp5,8 triliun. "Sedangkan total belanja telah terealisasi sekitar 51,8 persen dari pagu total Rp12,8 triliun," kata Timur.
Enam BUMD Jadi Sumber Setoran yang Belum Maksimal
Enam badan usaha milik daerah masuk daftar yang diminta mengoptimalkan setoran. Sektor retribusi daerah menjadi fokus tim karena kontribusinya ke PAD masih di bawah proyeksi. Evaluasi berkala dijadwalkan agar kendala di lapangan bisa diputuskan cepat, tanpa menunggu akhir tahun anggaran.
Dengan sisa waktu sekitar tiga bulan, Pemprov Sumut menargetkan penambahan penerimaan dari retribusi dan pendapatan daerah lainnya. Seluruh OPD dan BUMD diminta menyetor laporan realisasi secara rutin ke tim optimalisasi.