Pencarian

Bursa Asia Melemah, Yield JGB 10 Tahun Cetak Rekor Tertinggi 30 Tahun

Kamis, 24 September 2026 • 09:37:01 WIB
Bursa Asia Melemah, Yield JGB 10 Tahun Cetak Rekor Tertinggi 30 Tahun
Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 8 basis poin ke 3,06 persen, tertinggi sejak Agustus 1996.

SUMATERA UTARA — Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun melonjak 8 basis poin ke 3,06 persen, level tertinggi sejak Agustus 1996. Lonjakan ini menekan bursa saham Asia, dengan indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,64 persen pada perdagangan Kamis (24/9/2026). Investor mencermati ketegangan Timur Tengah dan hubungan dagang AS-China sebagai pemicu tambahan tekanan pasar.

Tekanan di pasar obligasi global kembali muncul setelah aksi jual tajam di pasar Treasury Amerika Serikat pada perdagangan sebelumnya. Saat pasar Tokyo dibuka setelah libur tiga hari, imbal hasil JGB tenor 10 tahun langsung melonjak ke level yang belum terlihat sejak Agustus 1996. Kenaikan 8 basis poin menjadi 3,06 persen menandai aksi jual agresif di surat utang Jepang.

Pergerakan itu merembet ke pasar saham regional. Indeks MSCI Asia ex-Jepang turun 0,64 persen, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 1,2 persen dan menyentuh level terendah dalam lebih dari tiga bulan.

Nikkei 225 Jadi Pengecualian di Tengah Tekanan Regional

Di Jepang, indeks Nikkei 225 justru menguat 1,73 persen. Penguatan ini kontras dengan tren pelemahan yang melanda sebagian besar bursa Asia lainnya. Pasar Tokyo baru kembali beroperasi setelah libur tiga hari, sehingga pergerakan indeks mencerminkan akumulasi sentimen selama periode tutup tersebut.

Investor juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang masih berlanjut. Ketegangan kawasan tersebut menambah lapisan ketidakpastian bagi pelaku pasar global. Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China turut menjadi faktor yang membebani sentimen regional.

Pasar Obligasi Jadi Pusat Perhatian Investor

Lonjakan imbal hasil JGB ke level tertinggi dalam 30 tahun menjadi sinyal penting bagi investor. Kenaikan yield obligasi pemerintah biasanya berdampak pada pergeseran alokasi aset, dari saham ke instrumen pendapatan tetap yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.

Yield Treasury AS yang melonjak pada sesi sebelumnya menjadi pemicu utama aksi jual di pasar obligasi Jepang. Pergerakan ini mencerminkan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter global yang masih ketat.

Dampak ke Pasar Indonesia dan Negara Berkembang

Bagi investor di pasar negara berkembang, kenaikan yield obligasi global menjadi perhatian tersendiri. Imbal hasil yang lebih tinggi di negara maju dapat memicu arus keluar modal dari aset berisiko, termasuk saham dan obligasi di kawasan Asia Pasifik.

Pelemahan indeks MSCI Asia ex-Jepang sebesar 0,64 persen mencerminkan tekanan yang masih terbatas namun perlu dicermati. Pasar obligasi global yang kembali dalam tekanan menjadi faktor dominan yang menentukan arah pergerakan aset di sesi-sesi berikutnya.

Follow www.monitorsumut.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks