Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menerima kunjungan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Muzafar Shah Mustafa di Medan, Sumatera Utara, untuk membahas potensi kerja sama lintas sektor. Pertemuan itu membahas peluang di bidang ekonomi, transportasi massal, pengelolaan sampah, hingga pariwisata. Pemkot Medan berharap kunjungan perdana ini membuka kerja sama yang lebih konkret dengan Malaysia.
MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas menyebut pihaknya membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama dengan Malaysia. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Duta Besar Malaysia untuk Republik Indonesia Dato Muzafar Shah Mustafa di Medan, Jumat.
Pertemuan tersebut menjadi upaya memperkuat hubungan antarkedua pihak. Sejumlah potensi kerja sama dipaparkan dalam pertemuan itu, mulai dari ekonomi, transportasi massal, pengelolaan sampah, hingga pariwisata.
Dalam sektor ekonomi, Rico memaparkan realisasi investasi Kota Medan pada 2025 yang menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai Rp14,5 triliun. Angka itu melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp7 triliun.
"Pertumbuhan ekonomi Medan pada tahun yang sama juga mencapai sekitar 5,10 persen," sebut Rico.
Medan sendiri merupakan kota terbesar ketiga jumlah penduduknya di Indonesia. Rico menyebut kekayaan kuliner dan budaya menjadi modal penting dalam pengembangan pariwisata yang dapat dikerjasamakan.
"Medan merupakan kota multikultur dengan penduduk 2,5 juta jiwa. Berbagai ragam budaya dapat digenjot dalam pengembangan pariwisata," ujar dia.
Pemkot Medan juga memaparkan sejumlah program yang tengah digalakkan. Pembangunan bus rapid transit ditargetkan berkembang dari lima menjadi 12 koridor pada 2027, yang akan menghubungkan Medan, Binjai, serta Deli Serdang.
Armada bus listrik juga ditargetkan meningkat dari 60 menjadi 283 unit. Selain itu, pemerintah kota mengembangkan program PSEL, yakni pengelolaan sampah menjadi energi yang merupakan program pemerintah pusat, serta melakukan penataan lima kawasan strategis pariwisata, termasuk kawasan Kota Tua.
"Kami juga membahas potensi kerja sama terkait pariwisata," kata Rico.
Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato Muzafar Shah Mustafa menyebut Kota Medan sebagai salah satu wilayah penting dalam hubungan ekonomi dan perdagangan di Sumatra Utara.
"Medan ini satu kota yang sangat welcoming kepada para pelawat yang datang ke sini," ujarnya.
Muzafar mengungkapkan total perdagangan Malaysia-Indonesia pada 2023 mencapai lebih dari 26 miliar dolar AS, dengan Medan menyumbang 1,5 miliar dolar AS. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan besarnya potensi yang masih dapat dikembangkan.
Malaysia tertarik menjajaki kerja sama di bidang kesehatan, industri halal, pengolahan makanan, infrastruktur perkotaan, ekonomi digital, pariwisata, dan hospitalitas. Kerja sama juga akan diarahkan untuk memperkuat UMKM melalui business matching dan business networking antara pelaku usaha Malaysia dan Medan.
"Kami berharap kunjungan perdana ini menjadi awal kerja sama yang lebih konkret antara Malaysia dan Kota Medan. Penguatan hubungan ini diharapkan membuka peluang investasi, memperluas perdagangan, menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara," ujar Dato Muzafar.
Dengan berbagai potensi itu, Pemkot Medan berharap Duta Besar Malaysia untuk Indonesia dapat menjalin kerja sama dengan Kota Medan.