SUMATERA UTARA — Timnas Indonesia menjuarai ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 dalam adu penalti atas Thailand, usai skor 2-2 bertahan hingga 120 menit di hadapan sekitar 70.000 penonton di Jakarta. Media Inggris The Guardian menilai gelar itu bukan hanya momen bersejarah bagi Indonesia, tetapi juga keuntungan politik tersendiri bagi Presiden FIFA Gianni Infantino yang tengah mendekati pemilihan.
Laporan John Duerden di The Guardian menyoroti kemenangan Indonesia sebagai kabar positif yang datang tepat saat Infantino gencar melakukan kunjungan ke berbagai negara Asia. Pemilihan Presiden FIFA makin dekat, dan posisi Infantino di antara asosiasi sepak bola Asia belum sepenuhnya aman.
ASEAN Cup sendiri merupakan turnamen yang digagas Infantino. Kompetisi ini diperkenalkan dalam pertemuan regional ASEAN di Kuala Lumpur pada Oktober tahun lalu.
The Guardian menilai kemenangan Indonesia menjadi bantuan besar bagi Infantino karena Jakarta disebut sudah berada di kubu petahana tersebut.
"Jakarta sudah berada di pihaknya dan Indonesia memberikan Infantino sebuah bantuan besar dengan memenangkan turnamen yang sangat merupakan gagasannya," tulis The Guardian.
Bagi Infantino, ukuran kesuksesan turnamen ini disebut bukan sekadar jumlah penonton atau popularitas kompetisi. Keberhasilan sebenarnya baru akan terlihat dalam pemilihan Presiden FIFA mendatang, ketika asosiasi-asosiasi anggota Asia memberikan suara.
Kehadiran ASEAN Cup dianggap membingungkan karena Asia Tenggara sudah memiliki turnamen regional dua tahunan yang berlangsung sejak 1996, yaitu Piala AFF, yang kini bernama Hyundai ASEAN Championship. Edisi ke-16 kompetisi tersebut baru saja berakhir pada Agustus 2026 dengan Vietnam keluar sebagai juara.
Upaya FIFA memperbesar daya tarik kompetisi terlihat dari undangan kepada China dan India. Kedua negara itu dianggap punya potensi penonton besar, tetapi memilih tidak ambil bagian. India lebih memilih laga persahabatan menghadapi Brasil, Panama, dan Uruguay, sementara China kalah telak 0-5 dari Palestina di kandang sendiri.
Antusiasme penyiaran di luar Indonesia juga tidak besar. Thailand bahkan tidak mendaftarkan diri untuk hak siar, sehingga penggemar di negara itu menyaksikan final melalui kanal FIFA.
Timnas Indonesia sempat harus melalui jalan terjal sebelum mencapai final. Pada laga terakhir fase grup, Indonesia wajib mengalahkan Bangladesh dengan selisih gol lebih besar daripada kemenangan Malaysia atas Singapura untuk memastikan tiket ke final.
Malaysia menang 6-0, sementara Indonesia unggul 9-2 atas Bangladesh. Di partai puncak, skuad Garuda menghadapi Thailand dalam pertandingan sengit hingga 120 menit sebelum memastikan gelar lewat adu penalti.
The Guardian mempertanyakan apakah ASEAN Cup benar-benar bertahan lama dalam kalender sepak bola Asia Tenggara. Jumlah penonton rendah menjadi salah satu persoalan, dengan tribun kosong kerap terlihat ketika bukan Timnas Indonesia yang tampil.
Infantino diketahui sedang berupaya mempertahankan posisinya. Dukungan dari Asia masih terpecah: sejumlah asosiasi mendukung petahana, sebagian menentang, dan beberapa negara masih menunggu perkembangan sebelum menentukan sikap.
Jika ASEAN Cup mampu memperkuat posisi Infantino di Asia, turnamen tersebut bisa kembali digelar pada masa mendatang. Namun jika dukungan politik yang diharapkan tidak terwujud, The Guardian memprediksi ASEAN Cup bisa bernasib sama seperti penciptanya dan perlahan menghilang dari kalender sepak bola Asia Tenggara.