Tiga Film Bertajuk "Concrete" Ramaikan Lineup BFI London Film Festival 2026

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 17:05:32 WIB
Tiga film panjang bertajuk "Concrete" masuk lineup BFI London Film Festival 2026.

SUMATERA UTARA — BFI London Film Festival 2026 resmi mengumumkan lineup yang menempatkan tiga film panjang dengan kata "concrete" di judulnya. Direktur artistik Kristy Matheson mengaku program meeting tahun ini jadi "lucu dan membingungkan" karena kebetulan itu. Ketiganya disebut punya tone dan subjek yang sangat berbeda.

Festival film yang digelar BFI itu memang dikenal kerap punya pola unik di lineup-nya. Tahun lalu, sejumlah film yang masuk daftar memuat elemen burung. Kini, materi bangunan yang justru muncul berulang.

Matheson menyebut pergeseran itu sebagai bagian dari pencarian festival terhadap tema yang lebih mendasar. "The idea of getting back to something elemental, that's something that really started to emerge in the program," ujarnya seperti dikutip dari wawancara dengan media hiburan Amerika Serikat.

Concrete Turned to Sand

Film garapan Jessica Johnson dan Ryan Ermacora ini membawa penonton ke peternakan tiram di Kanada. Dokumenter ini direkam dengan format 35mm dan menyorot titik temu antara kerja manusia, riset ilmiah, dan dunia hidup di pesisir British Columbia.

Sinematografi film ditangani Jeremy Cox, yang sebelumnya dikenal lewat Backrooms. Johnson dan Ermacora mengaku bekerja bareng ilmuwan untuk membahas acidifikasi laut dan dampaknya, sekaligus menawarkan perspektif skala geologis atas kondisi ekologi saat ini.

Concrete Land

Ini jadi debut penyutradaraan fitur Asmahan Bkerat. Filmnya potret intim multi-generasi sebuah keluarga Bedouin Afro-Palestina yang berjuang menghadapi penggusuran, rasisme, dan permusuhan di Yordania.

Bkerat ingin penonton memahami satu hal soal kehidupan Bedouin. "I want people to understand that Bedouin life does not equate to poverty," katanya kepada The Hollywood Reporter. "If you see people living in a tent, that doesn't mean they are poor."

Selain ikatan keluarga dan makna rumah, film ini juga menampilkan keseharian yang jarang terekspos di layar lebar, termasuk soal peternakan domba keluarga tersebut.

The History of Concrete

John Wilson, yang dikenal lewat serial kultus HBO How to With John Wilson, kembali dengan pendekatan khasnya. Kali ini ia menelusuri hutan beton New York dan sekitarnya lewat format dokumenter.

Wilson mengaku tak tertarik pada kesan angkuh beton atau "the kind of fascist beauty of it". Ia lebih ingin menyelami materialnya secara langsung. "I just wanted to get into the actual material which nobody was talking about," ujarnya. Ia menambahkan, "I feel concrete was also extremely unsexy."

Meski begitu, pendekatan itu justru mengantarkannya ke lineup BFI London Film Festival 2026. Sebelumnya, Wilson sempat mengikuti workshop film Hallmark dan menerapkan pelajarannya ke proyek dokumenter ini dengan tone yang sengaja dibuat understated.

Yang Bikin Program Meeting Ribet

Bagi Matheson, kebetulan tiga judul ini bukan cuma soal selera kurasi. Ia mengaku rapat program jadi lebih ramai karena ketiganya sulit dibedakan saat dibahas cepat.

"All of these films are incredibly different in their tone and in their subject matter, but they do all have 'concrete' in the title," katanya. "So, it did make for a lot of quite amusing and hilarious and quite confusing program meetings."

Terlepas dari itu, ia melihat fenomena ini sebagai sinyal bahwa sineas saat ini sedang mencari hal-hal yang sifatnya elementer. Baik itu tanah, laut, maupun material bangunan yang jadi judul film mereka.

Lineup lengkap BFI London Film Festival 2026 akan jadi acuan bagi distributor dan festival lain di Eropa menjelang musim penghargaan akhir tahun.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: hollywoodreporter.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top