SAMOSIR — Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama menyatakan PATS Pakpahan merupakan bagian dari upaya memperluas penerapan teknologi energi bersih sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Samosir. Pembangunan itu mereplikasi model serupa yang lebih dulu beroperasi di kawasan Sibonor Ompu Ratus.
"Samosir kini berdiri sebagai model percontohan nasional untuk pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang siap direplikasi di penjuru Indonesia," kata Leonardo Adypurnama, Minggu (4/10/2026).
Desa Pakpahan memiliki 73 hektare sawah tadah hujan yang digarap oleh 903 petani. Selama ini pengairan mengandalkan pompa irigasi berbahan bakar Pertalite yang membebani biaya operasional harian petani.
Penggantian ke PATS membuat biaya operasional harian petani menjadi nol rupiah. Emisi gas rumah kaca dari kawasan itu pun diproyeksikan turun 7,32 ton CO2e per tahun, sementara hasil panen naik dari 96 ton menjadi 288 ton per tahun.
Leonardo menyebut pembangunan PATS Pakpahan dilakukan dengan mereplikasi PATS Sibonor Ompu Ratus. Fasilitas di Sibonor sebelumnya telah mampu mengairi 82 hektare sawah tadah hujan dan memberi manfaat kepada 749 petani.
"PATS Sibonor sebelumnya menggunakan energi surya untuk menggantikan pompa irigasi berbahan bakar Pertalite," ujarnya.
Penggunaan energi bersih di kawasan Sibonor membuat biaya operasional harian petani nol rupiah dan mengurangi emisi sekitar 10,18 ton CO2e per tahun. Produksi padi di sana ditargetkan meningkat tiga kali lipat dari sekitar 50 ton menjadi 150 ton per tahun.
PATS Pakpahan termasuk dalam program LCDI hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Inggris melalui UK Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO). Pemerintah Inggris menyediakan pendanaan hibah yang dikelola lembaga konsultan Oxford Policy Management Limited (OPML).
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berperan mengusulkan lokasi dan mengawal pelaksanaan program. Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Desa Pakpahan berkomitmen mengoperasikan sistem dan menjaga konservasi lahan.
PATS berfungsi sebagai instrumen implementasi kebijakan pembangunan rendah karbon di tingkat tapak. Fasilitas itu menyediakan air irigasi bagi sawah tadah hujan sekaligus menggantikan pompa berbahan bakar fosil.
Secara akumulatif, kedua PATS di Sibonor Ompu Ratus dan Pakpahan diproyeksikan meningkatkan pendapatan petani lebih dari Rp 2 miliar per tahun.
"Secara akumulatif intervensi energi bersih di kedua desa ini (Sibonor Ompu Ratus dan Pakpahan) diproyeksikan akan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal," kata Leonardo.
Program ini menempatkan Samosir sebagai daerah percontohan penerapan energi bersih di sektor pertanian. Pemerintah menyiapkan model serupa untuk direplikasi ke daerah lain dengan karakter sawah tadah hujan.