MEDAN — Kekalahan 0-2 dari Thailand menyisakan penyesalan mendalam bagi pelatih Kim Sang-sik. Juru taktik asal Korea Selatan itu menilai Vietnam sebenarnya punya peluang untuk bangkit di babak kedua, tetapi gagal memaksimalkannya.
Kim mengungkapkan bahwa staf pelatih telah menyiapkan rencana taktis berbeda untuk setiap babak. Pendekatan itu ia sesuaikan dengan perkembangan pertandingan dan kondisi pemain di lapangan.
Pada babak pertama, Vietnam menerapkan formasi dengan tiga gelandang. Tujuannya meningkatkan kontrol bola dan intersepsi di area lini tengah.
Menurut Kim, para pemain secara umum memenuhi persyaratan taktis yang diminta. Ia menilai penguasaan lini tengah berjalan sesuai rencana pada paruh awal pertandingan.
Memasuki babak kedua, Kim melihat tanda-tanda kelelahan pada pemain Thailand. Ia pun mengubah pendekatan dengan memperkuat serangan dan mendorong pemain lebih maju.
Perubahan strategi itu membuat Vietnam menciptakan tekanan berarti. Sejumlah peluang signifikan muncul, termasuk kesempatan menyamakan kedudukan.
Namun, tidak satu pun peluang berbuah gol. Kegagalan memanfaatkan momen inilah yang membuat Kim merasa kecewa.
“Namun, kami tidak mampu mencetak gol. Saya benar-benar merasa sangat kecewa dan agak menyesal tentang hal ini,” ujar pelatih Kim Sang-sik.
Kim juga menyinggung absennya Xuan Son akibat cedera. Ia mengakui kehilangan penyerang itu sangat memengaruhi daya gedor Vietnam.
Menurut Kim, kehadiran Xuan Son biasanya memberi opsi tambahan di lini depan. Tanpa dirinya, Vietnam kesulitan menyelesaikan peluang menjadi gol.
Usai laga, Kim mengevaluasi penampilan timnya. Ia mengakui persiapan taktis masih menyisakan sejumlah area yang perlu diperbaiki.
Staf pelatih akan menganalisis ulang pertandingan. Penyesuaian akan dilakukan sebelum Vietnam melakoni laga berikutnya.
Sesuai jadwal, Vietnam akan menghadapi Pakistan pada 2 Oktober. Laga itu menjadi pertandingan terakhir babak penyisihan grup Piala ASEAN FIFA 2026.