BI Pangkas Outstanding SRBI ke Rp1.013,5 Triliun, Yield Turun ke 6,76%

Penulis: Mukhtar Latif  •  Senin, 28 September 2026 | 14:38:30 WIB
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan arah kebijakan moneter dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (28/9/2026).

SUMATERA UTARA — Outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) turun bertahap dari posisi puncak Rp1.096 triliun menjadi Rp1.013,5 triliun per 23 September 2026. Bank Indonesia menegaskan pemangkasan nilai surat berharga ini sebagai upaya memperlebar ruang likuiditas perbankan agar mengalir lebih optimal ke sektor riil.

Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menyampaikan komitmen tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (28/9/2026). Menurutnya, penyesuaian instrumen moneter ini sejalan dengan arah bauran kebijakan bank sentral untuk memperkuat ekspansi likuiditas nasional.

Yield SRBI tenor 12 bulan kini berada di level 6,76 persen, turun dari titik tertingginya 7,74 persen. Penurunan imbal hasil itu menjadi sinyal bahwa bank sentral ingin mengurangi daya tarik instrumen ini bagi perbankan.

Penurunan Outstanding Sejak Puncak Juni 2026

Volume outstanding SRBI melandai dibandingkan posisi Juni 2026 yang sempat menyentuh Rp1.072,62 triliun. Meski demikian, secara kumulatif nilainya masih jauh di atas posisi Januari 2026 sebesar Rp754,76 triliun.

Artinya, penurunan yang terjadi baru sebagian kecil dari akumulasi sepanjang tahun. Perbankan masih menempatkan dana dalam jumlah besar di instrumen SRBI, meski porsinya mulai dikurangi secara bertahap.

Likuiditas Perbankan Mulai Longgar

Destry menegaskan penurunan porsi simpanan perbankan di SRBI langsung membuka keran likuiditas bagi aktivitas ekonomi domestik. Kondisi kecukupan likuiditas ini tercermin dari penurunan suku bunga pasar uang antarbank overnight (IndONIA).

IndONIA turun dari level tertingginya 6,61 persen pada Juni 2026 menuju posisi 5,91 persen. Angka ini menjadi indikator bahwa tekanan likuiditas di pasar uang mulai mereda.

"Kami terus mendorong penurunan yield dan outstanding SRBI. Yield SRBI 12 bulan saat ini berada di level 6,76 persen, lebih rendah dibandingkan level tertingginya sebesar 7,74 persen," ujar Destry.

Apa Artinya bagi Perbankan dan Sektor Riil

Bagi perbankan, penurunan yield SRBI membuat instrumen ini kurang menarik dibandingkan penyaluran kredit. Selisih imbal hasil yang mengecil mendorong bank mencari alternatif penempatan dana yang memberi margin lebih baik.

Dana yang sebelumnya parkir di SRBI berpotensi dialihkan ke kredit produktif, surat utang korporasi, atau instrumen lain dengan imbal hasil kompetitif. Jika berlanjut, ekspansi kredit bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi kuartal berikutnya.

Namun, kecepatan peralihan dana bergantung pada permintaan kredit dari dunia usaha. Tanpa permintaan yang cukup, likuiditas tambahan bisa menumpuk di sistem perbankan tanpa mengalir ke sektor riil.

Reporter: Mukhtar Latif
Sumber: idxchannel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top