Nek Lakasum 65 Tahun Jual Ikan Asin di Kampung Nelayan Medan Belawan, Bertahan Sejak Puluhan Tahun

Penulis: Ramli Ahmad  •  Sabtu, 26 September 2026 | 09:31:02 WIB
Lakasum (65) menjemur ikan di Kampung Nelayan Medan Belawan.

MEDAN — Lakasum mengolah ikan sisa tangkapan nelayan yang tidak terjual dalam kondisi segar. Ikan-ikan itu dipilah, direbus, lalu dikeringkan sebelum dijual ke pembeli. Perempuan yang akrab disapa Nek Lakasum ini mengaku hasil penjualan dipakai untuk belanja sehari-hari.

"Ya kerjaan saya jualan ikan asin, merupakan berbagai jenis ikan yang tidak terjual mentah lalu diolah, misalnya udang ambilnya dipilah-pilah, direbus kemudian dikeringkan. Sedangkan ikannya dibelah lalu dijemur dan dijual ya buat belanja sehari-hari," tutur Lakasum, Jumat (25/9/2026).

Penggaraman dan Penjemuran Jadi Dua Tahap Utama

Proses pengolahan ikan asin yang dijalani Lakasum masih memakai cara tradisional. Ada dua tahap utama yang dilalui, yakni penggaraman dan pengeringan.

Ikan segar ditaburi garam untuk perendaman. Untuk ikan berukuran kecil, proses perendaman cukup satu hari, sedangkan ikan besar butuh waktu hingga tiga hari.

"Pertama ikan segar ditaburi garam untuk perendaman. Paling cepat 1 hari untuk ikan kecil dan 3 hari untuk ikan besar, baru kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama 2-3 hari tergantung panas matahari," ungkap Lakasum.

Ikan Gulamah hingga Tenggiri, Bahan Baku Ikut Musim

Beragam jenis ikan diolah Lakasum menjadi ikan asin. Mulai dari ikan gulamah, kepala batu, ledang, ikan pisang, senangin, hingga tenggiri.

Bahan baku didapat langsung dari nelayan setempat. Pasokan ikan mengikuti musim yang sedang berjalan di perairan sekitar Medan Belawan.

Pembeli ikan asin Lakasum datang dari berbagai daerah. Harga jual dipatok Rp50.000 per kilogram untuk semua jenis olahan.

Harapan pada Hasil Laut dan Mangrove yang Terjaga

Usaha ikan asin menjadi tumpuan hidup ratusan keluarga di Kampung Nelayan Medan Belawan. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu penghasil ikan asin di Kota Medan.

Lakasum berharap hasil laut tetap melimpah agar dagangannya terus berjalan. Ia juga menyinggung pentingnya kelestarian hutan mangrove di sekitar kampung nelayan.

"Saya berharap kedepannya ikan, kepiting, udang tetap banyak dan mangrove tetap ada dan dagangan ikan asinnya selalu lancar, untuk mencukupi belanja sehari-hari," tutupnya.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: orbitdigitaldaily.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top