SUMATERA UTARA — Film horor Finlandia "Nightborn" arahan Hanna Bergholm memenangi penghargaan best film pada edisi perdana Freyas, ajang Nordic Film and TV Awards yang digelar di Finlandia Hall, Helsinki. Bergholm menerima trofi itu di hadapan para pembuat film Nordik, ditemani bintang "Compartment No. 6" Seidi Haarla dan aktor asal Inggris Rupert Grint yang ikut membintangi film tersebut.
Penghargaan yang juga dikenal sebagai Nordic Film and TV Awards itu baru pertama kali digelar dan langsung mempertemukan nama-nama besar dari lima negara Nordik. Kategori best Nordic series jatuh ke tangan "The Danish Woman", sementara aktris Trine Dyrholm dinobatkan sebagai best Nordic actor in a series lewat perannya di serial tersebut.
Saat naik ke panggung, Bergholm menyampaikan pidato yang menyoroti solidaritas antarpembuat film di kawasan Nordik. Ia menyebut forum semacam Freyas sebagai ruang penting untuk saling mendukung.
"The most important thing is how we filmmakers in Finland always support each other. We stick together. I'm so happy to have this forum where we Nordic filmmakers can support each other and speak for Nordic films. That's so precious," ujarnya.
Bergholm juga berterima kasih kepada para pendahulu yang karyanya ia tonton sejak kecil. Menurutnya, film-film itu membuka jendela untuk memahami dunia.
Produser Prancis-Denmark Marianne Slot, yang menerima penghargaan untuk "The Danish Woman", membawa isu lain ke atas panggung. Ia memperingatkan bahwa karya orisinal sedang berada di bawah tekanan teknologi kecerdasan buatan.
"These days, AI is threatening originals. We have to take care of originals," kata Slot dalam pidatonya.
Peringatan itu menjadi salah satu momen paling diperhatikan malam itu, mengingat industri film dan televisi global tengah bergulat dengan masuknya AI ke berbagai tahap produksi.
Sutradara Finlandia Dome Karukoski menyerahkan Falcon Award kepada Lasse Hallström. Dalam pidatonya, Karukoski menyebut "My Life as a Dog" sebagai salah satu film favoritnya yang membentuk banyak sutradara muda Nordik lewat kehangatan dan sisi kemanusiaannya.
Hallström lantas memberi penghormatan kepada istrinya, aktris Swedia Lena Olin. "Lena has been by my side so many years. Without her, these achievements would have been very few. We're still working, alive. We have lots to say, lots to do, give us a few more years, Freyas!" katanya.
Olin sendiri menerima Goddess Award malam itu. Ia mengenang masa awal kariernya di Nordik, ketika aktor selalu diingatkan bahwa yang terpenting adalah menyampaikan cerita, bukan mengejar pujian.
"When I started in the Nordics, I was told being an actor is a privilege. We were constantly told, 'No one cares about you. You are there to tell a story. If you're talented or not, no one cares – just tell that freaking story,'" ujarnya.
Ia menyebut Freyas sebagai ajang yang terlambat tapi tepat waktu, karena kini begitu banyak film dan serial luar biasa lahir dari kawasan Nordik.
Dokumenter Finlandia-Norwegia "The Secret Reading Club of Kabul" arahan Shakiba Adil dan Elina Hirvonen meraih Nordic Impact Award. Hirvonen menyampaikan pesan dari Adil yang sedang berada di Afghanistan.
"She said: 'I grew up with the Taliban, spent six years in the world of my home. If I had known then that our film would be honored here, I would have had hope. I would have believed that if the world hears, at least someone cares,'" kata Hirvonen.
Local Nordic Hero Award diberikan kepada aktris Finlandia Laura Birn, yang namanya dikenal penonton internasional lewat peran Demerzel di serial "Foundation" produksi Apple TV. Sementara Icebreaker Award, yang menyoroti profesional muda Nordik berpotensi menembus pasar internasional, jatuh ke aktris Norwegia Thea Sofie Loch Næss.
Bagi industri film Indonesia, format penghargaan lintas negara seperti Freyas bisa jadi cerminan bagaimana ekosistem regional membangun pasar bersama, bukan sekadar bersaing di festival masing-masing.